"Lho, kamu ga nangis? Tumben? Biasanya malam takbiran Idulfitri kamu nangis"
Ia menggodaku di teras rumah.
Aku membalasnya dengan senyum.
"Lah, malah senyum. Aku tanya serius ih"
Ia masih menginginkan jawaban dariku ternyata.
"Kamu menangis karena merindukan sesuatu. Dan kali ini rindu itu sudah terpenuhi, masihkah yang kamu rasakan hari ini sama seperti saat sebelum rindu itu terpenuhi?"
Ia diam, mencoba mencerna pertanyaanku.
"Rasa rinduku sudah terpenuhi. Aku pun sudah mencukupkan rasa. Bukan berarti hari ini aku tidak ada rasa rindu, tapi rasa rindu kali ini tidak sampai membuatku menangis, seperti tahun-tahun yang lalu. Rindu hadir, tapi dia tidak punya kuasa atas diriku. Dirikulah yang hari ini menguasainya"
Ia mengerutkan kening. Masih berusaha menangkap maksud perkataanku.
Sesaat kemudian ia tersenyum padaku.
Ia memelukku dengan rasa haru dan berbisik, "Akhirnya kamu sudah bisa menguasai emosimu, bukan sebaliknya"
Kota Delta, 30 Ramadan 1447 H.
20 Maret 2026.

Komentar